0561 678 3449 / 0561 678 3450
0561 678 3450
0561 678 3450
Hubungi Kami
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie
@rsud_ssma
  • Cara Penggunaan Masker yang baik dan benar

  • Diet untuk Penderita Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis

  • BPJS Kesehatan Cabut Tiga Peraturannya tentang Layanan Persalinan, Katarak dan Fisioterapi

  • Penyuluhan "Kejang Demam pada Anak"

  • Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional


Temukan Dokter
: - :
Berita & Event

Thursday | 2019-03-07 19:58:33
Wednesday | 2019-02-13 15:09:47
Wednesday | 2019-01-02 11:09:35
Wednesday | 2019-01-02 09:52:52
Friday | 2018-12-14 08:32:26
Penyuluhan Kesehatan "Mengenal Diabetes Mellitus"
Monday 2018-05-07 15:04:45 Bagikan ke Share to Facebook Share to Tweeter


Penyuluhan Kesehatan ‘Mengenal Diabetes Mellitus”

 

Klinik Diabetes Mellitus RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie kembali menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengangkat topik tentang Penyakit diabetes mellitus. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 mei 2018 dengan narasumber berkompeten menghadirkan dokter I ketut Sujana, Sp.PD. Beliau merupakan salah satu Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh pasien dan keluarga pasien pengunjung rawat jalan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie. Pada akhir kegiatan dokter ketut membuka sesi diskusi, tanya jawab kepada audiens pasien dan pengunjung rawat jalan yang umumnya dari kalangan usia lanjut, terkait topik penyakit diabetes. Peserta/audiens begitu antusias mendengarkan dan menyimak paparan dokter tentang penyakit diabetes. Dalam paparannya dokter menjelaskan penyakit diabetes kepada audiens agar pasien/masyarakat dapat lebih memahami dan mengenali diabetes yang merupakan salah satu penyakit metabolik yang bersifat degeneratif. Metabolik/metabolisme artinya proses-proses dalam tubuh manusia dalam mengubah zat makanan yang dimakan menjadi energi. Penyakit metabolik berarti jenis penyakit yang ditandai dengan gangguan-gangguan pada fungsi organ organ tubuh manusia sehingga menyebabkan ketidakmampuan organ tubuh tersebut dalam mengubah zat makanan menjadi energi untuk beraktifitas. Sedangkan Degeneratif artinya bahwa kerusakan yang disebabkan oleh diabetes ini menyebabkan perusakan/kerusakan yang bersifat jangka panjang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang berupa perusakan / penurunan fungsi pada proses kerja organ dalam tubuh manusia dalam jangka panjang. Umumnya penyakit ini disebabkan karena perubahan gaya hidup (life style) yang terkait dengan perilaku hidup sehat, baik dari pola makan, maupun pola aktifitas rutin harian.

Menurut American Diabetes Association (ADA) salah satu organisasi asosiasi yang berfokus dalam upaya penanganan penyakit diabetes di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik dengan ciri utamanya berupa terjadinya kelainan kerja hormon insulin sehingga menyebabkan disfungsi (ketidaknormalan fungsi) pada beberapa organ tubuh terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Insulin merupakan hormon alami yang diproduksi oleh organ tubuh yakni pankreas, dimana fungsinya adalah mengubah glukosa/zat makanan yang kita makan (baik karbohidrat dari nasi dan lainnya) menjadi glikogen (zat energi). Manusia membutuhkan makanan agar dapat menghasilkan energi. Hormon insulin inilah yang tugasnya mengubah zat makanan yang dimakan menjadi energi yang disalurkan ke seluruh organ tubuh melalui aliran darah agar manusia dapat beraktifitas, sehingga ketika terjadi gangguan fungsi (disfungsi) pada produksi hormon insulin ini maka otomatis proses tubuh untuk menghasilkan energi dan menyalurkannya ke seluruh sel-sel tubuh juga akan terganggu, akibatnya terjadi penumpukan glukosa (zat gula) dalam darah dan sel-sel tubuh mengalami kekurangan asupan gizi/energi.

Menurut Jeffrey, peningkatan kadar glukosa dalam darah terutama pada usia lanjut dapat disebabkan beberapa hal, yakni :

  1. Fungsi sel pankreas dan sekresi insulin yang berkurang
  2. Perubahan karena lanjut usia menyebabkan ketidakmampuan kinerja dalam hormon insulin
  3. Aktifitas fisik yang kurang, banyak makan dan obesitas (kegemukan)
  4. Keberadaan penyakit lain seperti sering stress, operasi dll.
  5. Sering menggunakan berbagai macam obat-obatan
  6. Adanya faktor keturunan (genetik).

Hal-hal penting yang dirasakan oleh penderita diabetes dan umumnya mengenai beberapa organ tubuh, yakni :

  1. Gangguan penglihatan : katarak
  2. Kelainan kulit semisal gatal-gatal dan bisul
  3. Rasa baal
  4. Kelemahan tubuh
  5. Luka atau bisul-bisul yang tidak sembuh-sembuh
  6. Infeksi saluran kemih.

Kelainan kulit berupa gatal, biasanya terjadi di daerah genital ataupun daerah lipatan kulit lain, seperti di ketiak dan di bawah payudara, biasanya akibat tumbuhnya  jamur. Sering pula dikeluhkan timbulnya bisul-bisul atau luka lama yang tidak mau sembuh. Luka ini dapat timbul akibat hal sepele seperti luka lecet karena sepatu, tertusuk peniti dan sebagainya. Rasa baal dan kesemutan juga merupakan keluhan umum penderita diabetes, disamping keluhan lemah dan mudah merasa lelah. Keluhan lain yang mungkin menyebabkan pasien datang berobat ke dokter ialah keluhan mata kabur yang disebabkan oleh katarak ataupun gangguan-gangguan lain akibat perubahan-perubahan pada lensa mata akibat peningkatan kadar gula dalam darah.

Menurut Noor (2002) dalam Hasnah (2009) menjelaskan beberapa langkah preventif, pencegahan terjadinya diabetes mellitus, yakni :

  1. Primordial Prevention (Pencegahan tingkat dasar), berupa melestarikan perilaku hidup sehat dalam aspek konsumsi makanan, semisal mengurangi konsumsi lemak, memperbanyak konsumsi sayuran, meningkatkan kebiasan berolahraga.
  2. Primary Prevention (pencegahan tingkat pertama), meliputi penyuluhan kesehatan tentang perlunya gaya hidup sehat, mempertahankan berat badan normal sesuai dengan umur dan tinggi badan, dan meningkatkan frekuensi aktifitas fisik sesuai umur dan kemampuan.
  3. Sidartawan (2001) menambahkan langkah pencegahan tingkat kedua dengan melakukan upaya deteksi dini terhadap potensi terjadinya diabetes, terutama pada kelompok berisiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan penyaringan glukosa darah, agar dapat ditindaklanjuti dengan penanganan lebih lanjut.
  4. Tertiery Prevention (pencegahan tingkat ketiga), dilakukan pada penderita penyakit diabetes agar dapat mencegah bertambah beratnya penyakit atau mencegah terjadinya cacat, dan pengobatan khusus pada penderita diabetes, tekanan darah tinggi. Gangguan saraf . potensi kecacatan yang dapat ditimbulkan oleh penyakit diabetes diantaranya stroke, kebutaan, amputasi/pemotongan jaringan tubuh pada tungkai bawah.

Langkah penting dalam upaya mencegah terjadinya dan atau meluasnya penyakit diabetes yakni dengan melakukan upaya deteksi dini untuk mengetahui kadar gula dalam darah, apakah masih dalam batas normal atau melampaui batas toleransi kadar gula dalam darah.

Sumber :

  1. http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=20
  2. Hasnah (2009), Media Gizi Pangan, Vol VII, Edisi 1, Januari – Juni 2009, https://jurnalmediagizipangan.files.wordpress.com/2012/03/1-pencegahan-penyakit-diabetes-mellitus.pdf.

 




























BERANDAPROFILEPELAYANANPROMOSI & KEGIATANFASILITASPENGADAANMitra Kerjasama
Copyright © 2014 Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak